Pernahkah Anda mendengar tentang konsep interior biophilic? Ya, istilah ini mungkin masih sedikit asing bagi sebagian kalangan, padahal sebenarnya konsep biophilic sangat menarik dan natural sehingga bisa memberikan kesan dan perasaan nyaman yang berbeda.
Ide dasar dari konsep ini adalah biophilia, yang mengacu pada keinginan dan hasrat manusia untuk untuk lebih terhubung dengan alam dalam kehidupan sehari-harinya. Itu artinya, unsur alam akan sangat terasa pada bangunan dengan konsep ini, bukan hanya sekedar memilih warna cat yang natural, namun juga menghadirkan unsur alam secara langsung.
Bagi Anda yang penasaran dengan interior biophilic, berikut beberapa informasinya.
Mengenal Interior Biophilic, Konsep Menarik yang Selaras dengan Alam

Belakangan, konsep interior biophilic makin sering didengar dan makin disukai. Secara sederhana, biophilic ini merupakan penataan ruang yang menghubungkan manusia dengan alam sehingga keduanya bisa berjalan dengan selaras.
Demi bisa mendapatkan keselarasan tadi, arsitek, desainer interior, hingga jasa fit out interior akan merancang sekaligus memanfaatkan sirkulasi udara, pencahayaan, tanaman asli, hingga material tambahan yang memiliki unsur alam hingga semuanya bisa berkolaborasi dan menjadi satu kesatuan yang apik.
Konsep interior biophilic ini tidak hanya bisa diterapkan pada rumah saja, tapi juga bisa untuk bangunan-bangunan yang lebih besar dan kompleks seperti kantor, apartemen atau bahkan bangunan yang terbuka untuk umum.
Sebelum membahas tentang lebih jauh interior biophilic ini, sebelumnya sudah disinggung tentang fit out. Untuk Anda yang belum tahu, fit out sendiri merupakan proses menata, merapikan, hingga memasang instalasi hingga sebuah ruangan yang sebelumnya kosong seperti toko atau kantor sampai menjadi ruangan yang siap untuk digunakan.
Oleh karenanya, dalam proyek yang cukup besar dan mengusung konsep yang unik seperti konsep interior biophilic, jasa fit out juga sering kali dibutuhkan demi mempermudah dan mempercepat beberapa prosesnya. Terlebih jika pihak klien sudah menentukan tenggang waktu yang cukup sempit sejak pertama kali proyek akan dimulai.
Manfaat Desain Interior Biophilic Bagi Manusia

Setelah mengulik sedikit tentang konsep ini di atas, sebagian dari Anda mungkin memiliki rasa ingin tahu yang makin besar tentang interior yang satu ini. Hal selanjutnya yang juga perlu untuk Anda ketahui adalah manfaat dari penerapan interior biophilic pada sebuah bangunan. Beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut.
1. Bisa Memberikan Dampak Baik bagi Kesehatan Mental
Manfaat yang pertama adalah memberikan dampak positif bagi kesehatan mental seseorang. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa suasana alam yang tenang dan asri bisa memberikan perasaan yang lebih nyaman bagi siapa saja yang ada di dalamnya.
Beberapa elemen alam yang bisa digunakan untuk konsep ini adalah tanaman hijau, gemericik air dari air mancur buatan, hangatnya cahaya matahari di pagi hari, bahkan sesederhana penggunaan batu alam ukir juga bisa membantu memberikan kesan yang lebih alami dan menenangkan.
2. Meningkatkan Kualitas Tidur Seseorang
Manfaat selanjutnya yang juga bisa dirasakan dari penerapan interior biophilic adalah meningkatnya kualitas tidur seseorang. Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, jika Anda merasa nyaman dengan keadaan lingkungan, maka probabilitas untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas juga semakin tinggi.
Pernahkah Anda mendengar tentang ritme sirkadian tubuh? Ritme merupakan jam biologis yang ada di dalam tubuh manusia yang bisa mengatur siklus bangun dan tidur seseorang. Ternyata, paparan sinar matahari di pagi hari bisa memperbaiki ritme tersebut. Nah, konsep interior biophilic ini sangat membantu Anda untuk mendapatkan paparan sinar setiap harinya.
3. Bisa Membantu Meningkatkan Produktivitas

Sedangkan manfaat yang terakhir adalah membantu meningkatkan produktivitas orang yang tinggal di dalamnya. Mudahnya, ketika seseorang memiliki kualitas tidur yang baik dan kesehatan mental yang lebih baik, maka menjalani pekerjaan dan rutinitas harian lainnya akan terasa lebih mudah.
Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Melbourne, menanam tanaman di ruangan kantor yang sebelumnya sama sekali tidak ada tanaman bisa meningkatkan produktivitas sekitar 15%. Bagaimana, bukankah angka tersebut cukup tinggi?
Inspirasi Desain Biophilic Sederhana yang Bisa Diterapkan
Lalu, bagaimana jika Anda baru mulai tertarik untuk mengusung desain interior biophilic ini? Sebenarnya, Anda bisa memulainya dengan hal-hal sederhana seperti di bawah ini.
1. Menaruh Tanaman
Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menaruh tanaman. Baik di rumah, di apartemen, kantor, atau ruangan-ruangan lainnya. Jika memang belum pernah menanam sendiri, maka Anda bisa membeli tanaman yang sudah jadi dan menempatkannya di lokasi yang tepat.
2. Memasang Jendela Berukuran Besar
Kemudian, jika Anda sedang memiliki rencana untuk melakukan renovasi, tidak ada salahnya untuk mengganti jendela dengan ukuran yang lebih besar. Hal ini bisa meningkatkan pencahayaan sekaligus sirkulasi udara di ruangan tersebut.
3. Memilih Material Alami untuk Furniture

Sedangkan hal terakhir yang bisa Anda lakukan selanjutnya adalah memilih furniture dengan material alami seperti kayu, bambu, rotan dan lainnya. Tak hanya terkesan lebih hangat, furniture dengan material tadi juga biasanya lebih awet.
Nah, itulah beberapa informasi berkaitan dengan desain interior biophilic yang perlu Anda ketahui. Mengingat beberapa keunggulannya tadi, tidak heran rasanya jika semakin banyak orang yang merasa tertarik dengan konsep yang satu ini.
Terakhir yang tidak kalah penting, apapun desain interior rumah atau bangunan lain yang Anda miliki saat ini, merawat dan membersihkannya secara rutin adalah kewajiban yang tidak boleh dilupakan begitu saja.
Sebab, tidak peduli sebagus apapun interior dari sebuah ruangan, jika tidak dirawat dengan baik maka suasana di dalamnya tidak akan membuat nyaman pula. Semoga bermanfaat.


