Teknologi bangunan saat ini semakin maju. Salah satu bentuk kemajuannya adalah dengan ditemukannya beberapa bahan bangunan alternatif untuk dinding rumah.

Yang paling sering digunakan sebagai material utama adalah bata merah dari tanah liat yang dibakar. Namun, ada banyak pilihan bahan bangunan selain bata merah yang bisa Anda pertimbangkan untuk hunian.

Melihat keefektifan waktu pemasangan dan karakteristik material, sebagian orang mulai beralih ke pengganti batu bata konvensional. Inilah daftar bahan bangunan alternatif pengganti batako dan bata merah yang bisa Anda jadikan referensi.

Temok dengan bahan bata merah. Sumber Unsplash

1. Batako

Dinding batako merupakan jenis dinding yang sudah umum digunakan pada berbagai jenis bangunan. Batako terbagi menjadi dua macam, yaitu batako tras dan batako semen.

Batako tras terbuat dari tanah lapukan batu gunung berapi berwarna putih kecoklatan. Sementara itu, batako semen atau batako press dibuat menggunakan bahan semen dan pasir yang dicetak padat.

Keunggulan batako adalah harganya yang lebih murah, sehingga cocok untuk program membangun rumah murah. Sebelum memilihnya, pelajari juga aneka jenis batu bata agar sesuai dengan konsep bangunan Anda.

2. Bata Ringan

Bata ringan diproduksi menggunakan teknologi tekanan uap air tinggi. Material ini berwarna putih bersih dan cukup ringan karena pori-pori halus di dalamnya.

Karena memiliki permukaan yang halus dan presisi, dinding bata ringan bisa langsung diaci menggunakan semen instan. Hal ini tentu mempermudah tim jasa bangun rumah dalam mempercepat proses pengerjaan.

Selain tahan api dan kedap suara, sifat ringan dan kuat dari material ini menjadikannya ideal sebagai komponen rumah tahan gempa. Walau harganya sedikit lebih tinggi selain batu bata biasa, efisiensi waktunya sangat menguntungkan.

3. Papan GRC (Glassfibre Reinforced Cement)

Papan GRC terbuat dari campuran semen, pasir, dan sekitar 5% serat glassfibre. Material ini memiliki daya tahan tinggi terhadap lenturan, cuaca, api, jamur, serta serangan rayap.

Material ini sangat cocok digunakan pada konsep rumah cepat bangun yang memerlukan proses pengerjaan dinding berdurasi singkat. Namun, papan ini relatif rapuh jika terkena benturan keras.

Oleh karena itu, GRC lebih sering digunakan sebagai penyekat antar ruangan atau dinding bangunan semi permanen yang mudah dirombak di kemudian hari.

4. Papan Kayu

Papan kayu merupakan jenis kayu untuk bangunan yang sering diandalkan sebagai dinding sejak dulu. Struktur bangunan kayu mampu menghadirkan suasana alami, hangat, dan estetis.

Kayu keras untuk bahan bangunan yang paling populer adalah kayu jati karena daya tahannya yang luar biasa. Anda bisa membaca referensi mengenai keunggulan kayu jati untuk memahami kelebihannya pada konstruksi.

Namun, karena harganya relatif mahal, penggunaan dinding kayu kini lebih banyak diterapkan pada hunian eksklusif atau dikombinasikan pada konsep rumah kontainer modern.

5. Anyaman Bambu

Penggunaan anyaman bambu sebagai dinding kembali populer bagi yang menyukai nilai seni tradisional dan kesan alami. Jenis bambu yang umum digunakan adalah bambu petung atau bambu hitam.

Kelemahan dinding anyaman bambu terletak pada usia pakai dan kerentanannya terhadap cuaca ekstrem serta rayap. Karena itu, perawatannya membutuhkan perhatian lebih dibandingkan material modern.

Anyaman bambu dan kayu juga menjadi alternatif bahan bangunan. Sumber Unsplash

6. Beton Pracetak

Beton pracetak atau panel beton diproduksi secara terukur di pabrik sehingga ukurannya seragam. Proses pemasangan dinding ini sangat praktis karena cukup merakit panel di lokasi pembangunan.

Beton pracetak sudah banyak dimanfaatkan untuk dinding gedung, ruko, pabrik, hingga pagar pembatas. Penggunaannya pada rumah tinggal pun kini semakin marak karena kepraktisannya.

Pengiriman Material Bangunan Alternatif

Saat memilih bahan bangunan selain bata merah untuk proyek Anda, pastikan juga proses distribusinya berjalan lancar. Menggunakan jasa pengiriman material bangunan yang profesional akan menjamin seluruh bahan bangunan tiba di lokasi dalam kondisi aman dan tepat waktu.