Pernahkan anda mendengar cerita dari Robin Hood? Dia adalah seseorang yang terkenal di seluruh dunia karena keberaniannya melawan rakyat miskin. Ternyata sosok Robin Hood juga terdapat di Indonesia juga, lho. Orang tersebut bernama Si Pitung. Si Pitung adalah tokoh yang terkenal dan berasal dari betawi. Ia terkenal dengan bela dirinya yang kuat dan menjadi bandit untuk menolong orang miskin.
Tapak sejarah Si Pitung dapat kita lihat pada rumah unik yang dipercaya merupakan milik Robin Hoodnya betawi ini. Lalu bagaimana keunikan dari rumah ini, berikut kami berikan ulasannya untuk anda.

Sejarah singkat si Pitung
Si Pitung adalah seorang bandit yang berasal dari Betawi. Ia terkenal karena kemahirannya menggunakan bela diri untuk melawan seseorang. Dengan ilmu bela diri yang dimilikinya, ia sering merampas, merampok, bahkan mencuri barang berharga milik orang kaya pada zaman itu. Untuk melancarkan aksinya ia tidak sendirian. Si Pitung dibantu oleh beberapa kawannya agar aksinya tersebut berhasil. Setelah mendapatkan barang berharga yang telah ia rampok, ia tidak menikmati hasil rampokannya tersebut, melainkan membagikannya kepada rakyat miskin yang membutuhkan bantuan.
Karena aksinya tersebut, Si Pitung sangat dibenci oleh para bangsawan dan orang kaya raya. Ia juga sangat dibenci oleh para belanda yang memerintah pada waktu itu. Namun ia sangat digemari dan dielu-elukan oleh rakyat yang kurang mampu. Kisah Si Pitung ini sangatlah terkenal di kawasan Betawi bahkan di seluruh Indonesia. Bahkan karena aksinya, ia dijuluki sebagai Robin Hoodnya orang betawi.
Bangunan rumah dengan plitur warna merah tersebut sebenarnya adalah milik Haji Syaifuddin. Si Pitung dan kawan-kawannya singgah dalam waktu yang cukup lama pada bangunan tersebut untuk berlindung dan menghindari serangan dari musuh.
Lokasi dan Akses ke Rumah si Pitung
Bagi anda yang tertarik untuk mengunjungi rumah Si Pitung ini, anda dapat menuju ke alamat Jalan Kampung Marunda Pulo RT 02/RW 07, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Lokasi ini dekat dengan salah satu kampus yaitu STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran). Selain itu anda juga dapat menemukan lokasi ini dekat dengan kawasan rumah susun Marunda. Rumah Si Pitung memiliki kawasan yang cukup dekat dengan rawa-rawa yang mengarah ke bibir pantai dimana jaraknya hanya sekitar 50 meter saja. Untuk mendapatkan rute terbaik, rumah ini dapat anda temukan di Google Maps. Apabila Anda datang dengan keluarga atau rombongan bisa menyewa jasa sewa elf di Jakarta sehingga anda tidak perlu khawatir lagi mengenai rute menuju ke Rumah Si Pitung.

Harga Tiket Masuk Rumah Si Pitung
Destinasi wisata rumah Si Pitung adalah salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Tiket masuk ke lokasi ini dapat terbilang cukup murah, yaitu hanya Rp 5000 saja. Anda bisa mendapatkan potongan harga apabila membawa rombongan pelajar maupun mahasiswa. Tempat ini dibuka setiap hari selain pada hari senin pada pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.
Desain Bangunan Rumah Si Pitung
Ketika berkunjung ke rumah Si Pitung, anda akan disuguhkan banyak keunikan pada rumah tersebut. Walaupun terletak di Jakarta, rumah ini dibangun menggunakan model rumah suku Bugis. Di tempat ini Anda secara tidak langsung bisa melihat perbedaan tinggal di Desa dan di Kota melalui bangunan Rumah Si Pitung. Model panggung yang digunakan pada rumah ini memberikan kesan klasik yang sangat enak bila dipandang. Digunakannya model rumah panggung ini bukannya tanpa alasan. Hal ini karena lokasi Jakarta yang sering terkena banjir. Sehingga dengan menggunakan model rumah tersebut dapat menanggulangi kerugian dari adanya banjir.
Untuk masuk ke dalam rumah Si Pitung, anda harus menaiki beberapa buah anak tangga terlebih dahulu. Bagian luar atau tepatnya di bagian teras rumah ini memiliki luas yang sangat besar. Anda dapat menggunakannya sebagai tempat untuk berfoto dan mengabadikan momen di rumah Si Pitung dari kejauhan.
Baca Juga: Keunggulan Konstruksi Kayu Pada Rumah Kampung
Pada tahun 1972, rumah ini telah dibeli oleh Pemda DKI Jakarta dari keluarga Syaifudin. Dengan dibelinya rumah tersebut, selanjutnya tempat itu dijadikan cagar budaya yang dimiliki oleh pemerintah. Tidak sampai disitu saja, ternyata Bapak Presiden Jokowi pernah melakukan deklarasi sebagai calon presiden di tempat ini pada tahun 2014 lalu.

Barang-barang Dalam Rumah Si Pitung
Selain bagian luar yang memiliki keunikan, bagian dalam dari rumah Si Pitung juga memiliki banyak hal yang perlu anda lihat. Pada bagian dalam rumah ini terdapat beberapa ruangan, seperti dapur, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, dan serambi belakang. Ornamen-ornamen yang terlihat di rumah ini sangat kental dengan masa lalu. Kesan klasik yang diperlihatkan masih sangat terasa.
Terdapat topi caping yang terbuat dari anyaman bambu yang bergelantung di serambi belakang. Selain itu ada juga jala untuk menangkap ikan yang diletakkan dengan posisi mengambang. Adanya benda tersebut menggambarkan bahwa masyarakat zaman dahulu mencari nafkah dengan menjadi nelayan.
Perabotan rumah masih terlihat kesan klasiknya di dalam rumah, seperti meja, kursi, dan lain-lain. namun kebanyakan perabotan tersebut merupakan replika karena yang asli telah usang termakan oleh rayap. Bukan hanya meja dan kursi, anda juga dapat melihat kepingan uang bernilai 2,5 sen yang terdapat pada wadah bambu. Uang tersebut dipercaya menjadi alat tukar menukar pada zaman dahulu. Pada sudut ruangan juga terdapat patung yang memiliki muka datar dan menggunakan pakaian khas betawi.
Saat berkunjung ke sini, anda dapat bersua foto baik di dalam maupun di luar ruangan. Walaupun ada beberapa bagian yang telah direnovasi, namun hal tersebut tidak menghilangkan kesan klasik yang ditampilkan pada rumah Si Pitung ini. Demikianlah uraian singkat mengenai Rumah Si Pitung yang terletak di Marunda. Jadi ketika berkunjung ke Jakarta Utara jangan lupa untuk mampir ke rumah Si Pitung, ya.

